Minggu, 25 Oktober 2015

Pansus Kabut Asap Penting untuk Ungkap Mafia Pembakar Hutan

Pansus Kabut Asap Penting untuk Ungkap Mafia Pembakar Hutan
Jakarta - Kebutuhan untuk membentuk pansus kabut asap oleh DPR dirasa sangat mendesak. Pasalnya, pansus kabut asap inilah yang bisa berperan penting untuk mengungkap siapa sebenarnya mafia pembakar lahan yang mengakibatkan jutaan rakyat Indonesia menderita karena kabut asap.

"Saya mendukung ide untuk membentuk Pansus asap lintas komisi. Tujuannya adanya perbaikan secara menyeluruh manajemen pencegahan dan penanggulangan kebakaran, memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk penegakan hukum secara tegas baik administrasi, perdata maupun pidana kepada perusahaan-perusahaan perkebunan, Pemegang HPH,HTI yang sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan," kata anggota Komisi IV DPR dari fraksi PKS, Andi Akmal Pasluddin, Senin (26/10/2015).

Jika pansus kabut asap bisa terbentuk, maka DPR memiliki kewenangan untuk memanggil perusahaan pembakar lahan. Sehingga, publik bisa tahu siapa saja perusahaan yang membakar lahan, karena pihak pemerintah hingga kini tak mau membuka identitas perusahaan pembakar lahan.

"Pansus berfungsi untuk mendorong dan mengawasi kerja-kerja pemerintah agar sistem penanggulangan kebakaran hutan dan lahan berjalan efektif. Tentu kalau jadi,Pansus akan memanggil perusahaan-perusahaan yang terindikasi melakukan pembakaran hutan dan lahan," jelas Andi.

DPR melalui pansus nantinya juga bisa memberikan beberapa rekomendasi penting bagi pemerintah terkait penanganan kebakaran lahan. Tahun ini, kabut asap sudah terlalu lama terjadi, sehingga pemerintah harus serius menangani kejadian yang telah memakan korban jiwa ini.

"Harus ada perbaikan regulasi, revisi UU dan juga pembiayaan UU yang mencegah pembakaran hutan dan lahan. Saya kira publik sudah banyak tahu bahwa ada beberapa korporasi terindikasi melakukan pembakaran hutan dan lahan untuk membuka lahan perkebunan dan ini harus dipanggil oleh Komisi IV dan juga nanti Pansus," tegas politisi PKS itu.

Sumber : http://news.detik.com/berita/3052914/pansus-kabut-asap-penting-untuk-ungkap-mafia-pembakar-hutan

Bca Juga :
  • Undangan Tas
  • Agen Pulau Tidung
  • Pulau Harapan
  • Undangan Tas
  • Pulau pari
  • Pulau Tidung
  • Es Cincau
  • Tahu dan Tempe Goreng
  • Gurame Bakar
  • Sayur Rebung
  • Es Cendol
  • Orak Arik Tempe
  • Bubur Manado
  • Rendang Daging Sapi
  • Semur Daging Sapi
  • Nasi Goreng
  • Jumat, 05 Juni 2015

    Rabu, 27 Agustus 2014

    Paskibra Rohul Dapat Hadiah Wisata Empat Hari ke Yogya

    Sebagai bentuk reward dari Pemkab Rokan Hulu (Rohul), 50 anggota Paskibraka termasuk pelatih dan panitia akan jalan-jalan ke Kota Yogyakarta selama 4 hari.

    Wakil Bupati Rohul Hafith Syukri mengatakan anggota Paskibraka akan berangkat ke Kota Gudeg pada 16 September mendatang. Demikian kata dia saat Acara Ramah Tamah dengan para Veteran Rohul di teras Kantor Bupati Rohul, Senin (18/8/14).

    Reward itu diberikan, karena mereka sudah berupaya latihan untuk meramaikan Upacara Peringatan Detik Detik Proklamasi tingkat kabupaten di halaman Kantor Bupati Rohul, Ahad (17/8/14) kemarin.

    Sementara itu, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rohul, Dahnil, mengakui untuk keberangkatan ke Yogyakarta masih menunggu waktu tepat.

    "Agar tidak saling merugikan, kita cari waktu tepat agar waktu belajar mereka tidak terganggu. Apalagi sebulan ini, mereka jarang belajar di sekolah," jelas Dahnil menjawab riauterkinicom.

    Diakuinya, reward dari Pemkab Rohul kepada anggota Paskibraka karena mereka sudah bersusah payah menjelang perayaan HUT RI ke-69.

    "Hanya 50 orang akan berangkat ke Jogja, termasuk pelatih dan panitia. Namun kita akan sesuaikan dengan anggaran," kata Dahnil.

    Menurut Dahnil, tugas dari anggota Paskibraka pada pengibaran dan penurunan bendera merah putih, bertepatan HUT RI ke-69 terbilang sukses. Hal itu karena selama ini mereka diterapkan sikap disiplin oleh pelatih, baik dari anggota TNI dan Polri.***(zal)

    Senin, 30 Juni 2014

    Admir Mehmedi Ogah Tukar Jersey dengan Messi

    Pemain Swiss, Admir Mehmedi, mengatakan ia tidak akan bersedia bertukar seragam dengan Lionel Messi, seusai pertandingan perdelapan final piala dunia yang digelar Selasa, 1 Juli 2014 malam. “Bertukar seragam dengan Messi? Saya tidak datang ke Brasil sebagai turis. Swiss kini berada di babak perdelapan final,” katanya seperti dikutip situs BBC, hari ini. - Es Cincau


    Mehmedi mengatakan pemberitaan mengenai Messi selama piala dunia terlalu berlebihan. Ia mengakui bahwa Messi adalah seorang pemain berkelas, tapi ia menilai Argentina bukan hanya seorang Messi. “Saya sungguh menghormati kualitas dan kelas seorang Messi. Tapi pembicaraan mengenai Messi berlebihan. Argentina memiliki banyak pemain bagus lain, tidak hanya Messi,” katanya. - Resep Kue


    Dalam enam pertandingan melawan Argentina sebelumnya, Swiss memang belum pernah menang. Tapi, ia yakin bukan tidak mungkin kali ini timnya akan mencetak sejarah dengan mengalahkan Argentina. “Kami akan mencetak sejarah baru jika berhasil mengalahkan Argentina. Kami sadar diri bahwa dibutuhkan totalitas dari seluruh tim untuk menang dan kami akan melakukan hal itu,” katanya.


    Jelang perdelapan final Piala Dunia 2014 di Brasil, pelatih Swiss, Ottmar Hitzfeld, mengaku tidak memiliki strategi khusus untuk mengunci pergerakan Lionel Messi. Ia optimistis anak asuhnya bisa menahan pergerakan pemain tim Argentina berusia 27 tahun tersebut.


    Man to man marking untuk Messi? Kami tidak menyiapkan itu. Kami akan menggunakan strategi jaringan yang fungsional,” katanya. Menurut dia, untuk bisa menang dalam partai tersebut, pemain Swiss membutuhkan konsentrasi dan fokus yang sangat tinggi.


    Hitzfeld mengatakan seluruh pemain Swiss harus memperhatikan seluruh peran penting di masing-masing lini dan harus siap mengantisipasi segala kemungkinan strategi lawan dan tidak boleh membuat kesalahan sekecil apa pun. “Jika kami bisa melakukan ini maka kami bisa menghentikan Messi,” katanya.